Saturday, March 5, 2016

REKAM MEDIS RSUP SANGLAH DENPASAR DAN SIMULASI KEBAKARAN


Kamis 18 Februari 2016 tepatnya pada pukul 13.00 wita, bertempat di salah satu titik aman berkumpul Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, semua petugas instalasi rekam medis dikondisikan untuk siap mengikuti kegiatan simulasi pemadaman kebakaran yang diadakan oleh TIM K3 RS.
Acara pertama kali dibuka sambutan ketua panitia, yaitu dr. Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa, MM, dijelaskan tentang manfaat dari pada pelaksanaan simulasi ini, diantaranya :
1.    Semua tim pemadam kebakaran yang sudah dibentuk di Instalasi Rekam Medis dapat lebih memahami tupok masing-masing sehingga lebih siap dan sigap apabila benar-benar terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu kejadian bencana alam pada umumnya dan kebakaran pada khususnya.
2.    Memberikan rasa percaya diri kepada karyawan RSUP Sanglah
3.    Memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengunjung RSUP Sanglah Denpasar
Sambutan ke-2 dilanjutkan anggota Tim K3 RS yaitu dr. IGB Ken Wirasandhi, MARS dan pak Suhartono, dimana diterangkan tentang 2 metode yang akan diajarkan pada simulasi pemadaman kebakaran pada kesempatan kali ini, yaitu :
1.    Media kain/karung basah
2.  APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang sudah disiapkan 10 buah oleh RSUP Sanglah  Denpasar
Serta penjelasan oleh dr. Dharma Kerti sebagai kepala instalasi rekam medis, beliau memberikan pengarahan dan mengajak semua karyawan rekam medis untuk melakukan simulasi ini dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi. Sambutan diakhiri dengan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta acara simulasi untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.





1.    Media kain/karung basah
Pada simulasi yang pertama, kami dijelaskan bagaimana cara memadamkan api dengan menggunakan kain/karung yang tentu saja sudah dibasahkan dengan air terlebih dahulu. Hal ini diajarkan karena kain/karung adalah barang yang banyak kita temui di sekitar kita. Diharapkan meskipun dengan menggunakan alat yang sederhana tetapi memiliki nilai guna yang tinggi.
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam teknik memadamkan api dengan metode ini adalah selalu melindungi bagian tubuh kita (petugas) dengan menggunakan media kain/karung basah ini terutama bagian mata. Kain/karung yang sudah dibasahi dengan air ini bertujuan untuk memutus mata rantai oksigen. Seperti yang kita ketahui semua bahwa terjadinya kebakaran itu diakibatkan adanya oksigen adalam udara yang secara otomatis membuat api semakin besar dan meluas. Dengan memberikan kain/karung basah maka diharapkan oksigen tidak akan bisa menembus media ini dan secara otomatis api tersebut akan padam dengan sendirinya. 
2.    APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Pada simulasi yang ke-2 ini kita dijelaskan tentang APAR. Pemakaian APAR di RSUP Sanglah menggunakan 2 jenis APAR pada umumnya, yaitu :
A.   APAR CO2 (Carbon Dioxide)
B.   APAR Tepung Kimia (Dry Chemical Powder)
Penggunaan 2 jenis APAR ini dinilai lebih efisien dibandingkan dengan beberapa jenis APAR yang lain, karena dijelaskan juga tentang bahaya listrik. Dengan menggunakan APAR 2 jenis ini, maka bahaya konsleting listrik dapat dihindari. Tidak sama dengan penggunaan kain/karung basah dan beberapa jenis APAR lain yang justru berbahaya apabila menyentuh atau berhadapan dengan media Listrik.



1 comment: